Tanggamus Perkuat Tata Kelola Data Kebun Kopi untuk Dukung Ketertelusuran & Daya Saing Kopi Lampung
Tanggamus, 19 Agustus 2026. Balai Perakitan dan Modernisasi Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Tata Kelola Data Registrasi Kebun Kopi Robusta dalam Mendukung Ketelusuran Produk Kopi Lampung” di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala BRMP TRI, Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M.Si., yang hadir secara daring dan turut hadir mendampingi adalah tim PIU dari BRMP Lampung, yang diwakili oleh Erdiansyah, S.P. dan tim.

Penguatan tata kelola data menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk kopi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki informasi asal-usul yang jelas. Data identitas pekebun, lokasi kebun, kondisi spasial, legalitas lahan, serta informasi produksi menjadi bagian penting dalam membangun sistem traceability dan mendukung pemenuhan persyaratan pasar internasional.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perspektif, yaitu:
• Veronica Herlina, Founder and Director, Saka Dala Social Enterprise
• Henri Fatra, ST., M.M., Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus
• Yudi Wahyudin, STP., M.M., Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian
• Diah Y. Suradireja, Head of Policy, Advocacy, and Inclusivity, WWF-Indonesia
Usai paparan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan peserta yang berasal dari elemen penyuluh, koperasi, KUB, site manager dan fasilitator kegiatan ICARE. Diskusi membahas kesiapan pekebun dan daerah dalam menghadapi tuntutan ketertelusuran, penguatan registrasi kebun, pembinaan petani, serta praktik pemenuhan persyaratan pasar global.

Melalui FGD ini, BRMP TRI mendorong terbentuknya kesamaan persepsi dan kebutuhan data antar pemangku kepentingan. Hasil diskusi akan menjadi masukan dalam pengembangan database digital registrasi kebun kopi yang dikembangkan oleh BRMP TRI bekerja sama dengan ITERA, di antaranya kebutuhan pengguna, atribut data, proses bisnis, mekanisme verifikasi, serta rancangan aplikasi dan dashboard. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perkebunan kopi Tanggamus sekaligus mendukung peningkatan traceability, keberlanjutan, dan daya saing kopi Lampung di pasar global.